Daftar Blog Saya

Minggu, 30 Oktober 2011

MENGHITUNG CURAH HUJAN (CH) RATA-RATA


                             MENGHITUNG CURAH HUJAN (CH) RATA-RATA

Pendahuluan

Data jumlah curah hujan (CH) rata -rata untuk suatu daerah tangkapan air
(catchment area) atau daerah aliran sungai (DAS) merupakan informasi yang
sangat diperlukan oleh pakar bidang hidrologi. Dalam bid ang pertanian data CH
sangat berguna, misalnya untuk pengaturan air irigasi , mengetahui neraca air
lahan, mengetahui besarnya aliran permukaan (run off).
Untuk dapat mewakili besarnya CH di suatu wilayah/daerah diperlukan
penakar CH dalam jumlah yang c ukup. Semakin banyak penakar dipasang di
lapangan diharapkan dapat diketahui besarnya rata -rata CH yang menunjukkan
besarnya CH yang terjadi di daerah tersebut. Disamping itu juga diketahui variasi
CH di suatu titik pengamatan.
Menurut (Hutchinson, 1970 ; Browning, 1987 dalam Asdak C. 1995)
Ketelitian hasil pengukuran CH tegantung pada variabilitas spasial CH,
maksudnya diperlukan semakin banyak lagi penakar CH bila kita mengukur CH di
suatu daerah yang variasi curah hujannya besar. Ketelitian akan semakin
meningkat dengan semakin banyak penakar yang dipasang, tetapi memerlukan
biaya mahal dan juga memerlukan banyak waktu dan tenaga dalam
pencatatannya di lapangan.
Media yang digunakan
1. Kalkulator atau
2. Komputer dengan program Sofware MS Excel
Tujuan Praktikum
1. Menghitung curah hujan dengan metode Rata -rata aritmatik.
2. Menghitung curah hujan dengan Teknik poligon (Thiessen polygon).
3. Menghitung curah hujan dengan Teknik Isohet (Isohyetal).
1. Cara rata-rata aritmatik
Cara rata-rata aritamatik adalah cara yang paling mudah diantara cara
lainnya (poligon dan isohet). Digunakan khususnya untuk daerah seragam
dengan variasi CH kecil. Cara ini dilakukan dengan mengukur serempak untuk
Penuntun Praktikum Agrohidrologi (oleh Ir. M. Mahbub PS Ilmu Tanah Unlam) I -2
lama waktu tertentu dari semua alat penakar dan dijumlahkan seluruhnya.
Kemudian hasil penjumlahannya dibagi dengan jumlah penakar hujan maka akan
dihasilkan rata-rata curah hujan di daerah tersebut. Secara matimatik ditulis
persamaan sbb:
perhitungan:
Untuk mengukur rata-rata curah hujan yang mewakili suatu daerah X
diperlukan 4 (empat buah) penakar hujan yaitu pada stasiun A, B, C dan D.
Tercatat selama waktu tertentu di stasiun A sebesar 6 cm, di B (10 cm), di C (8
cm) dan di D (11 cm).
Maka : Rata-rata CH = (6+10+8+11)/4 = 8,75 cm
2. Cara Poligon (Thiessen polygon)
Cara ini untuk daerah yang tidak seragam dan variasi CH besar. Menurut
Shaw (1985) cara ini tidak cocok untuk daerah bergunung dengan intensitas CH
tinggi. Dilakukan dengan membagi suatu wilayah (luasnya A) ke dalam beberapa
daerah-daerah membentuk poligon (luas masing-masing daerah ai), seperti pada
Gambar 1.1 :
Gambar 1.1 Daerah-daerah poligon (a1, a2, a3, a4) yang dibatasi oleh
garis putus-putus pada Wilayah A.
Rata-rata CH = (Ri)/n , dimana Ri = besarnya CH pada stasiun i
n = jumlah penakar (stasiun)
a1
a2
a3
a4
A
Penuntun Praktikum Agrohidrologi (oleh Ir. M. Mahbub PS Ilmu Tanah Unlam) I -3
Tabel 1.1. Perhitungan prosentasi luas daerah (a i)pada suatu wilayah A (10.000
ha)
Daerah Luas Daerah aI (ha) Tetapan
Thiessen *
Prosentasi Luas
a1 1.000 0,10 10%
a2 3.000 0,30 30%
a3 1.500 0,15 15%
a4 4.500 0,45 45%
Jumlah A = 10.000 1,00 100%
* tetapan Thiessen = ratio luas a/ luas A
Untuk menghitung Curah Hujan ra ta-rata cara poligon menggunakan persamaan :
Tabel 2.1 Perhitungan Curah Hujan rata -rata cara poligon di suatu Wilayah A
Stasiun di
Daerah
Kedalaman CH
yang terukur (cm)
ratio ai/A Volume CH (cm)
daerah a
a1 6 x 0,10 = 0,60
a2 10 x 0,30 = 3,00
a3 8 x 0,15 = 1,20
a4 11 x 0,45 = 4,95
Curah Hujan rata-rata wilayah A = 9,75
3. Cara Isohet (Isohyetal)
Cara ini dipandang paling baik, tetapi bersifat subyektif dan tergantung
pada keahlian, pengalaman, pengetahuan pemakai terhadap sifat curah hujan
pada daerah setempat.
Isohet adalah garis pada peta yang menunjukkan tempat -tempat dengan
curah hujan yang sama (Gambar 1.2).
Rata-rata CH = R1(a1/A) + R2(a2/A) + R3(a3/A) + . . . + Rn(ai/A)
dimana R = jumlah curah hujan pada penakar/stasiun di daerah a
Penuntun Praktikum Agrohidrologi (oleh Ir. M. Mahbub PS Ilmu Tanah Unlam) I -4
Gambar 1.2. Garis-garis besarnya curah hujan pada masing-masing
Isohet (I).
Dalam metode isohet ini Wilayah dibagi dalam daerah -daerah yang
masing-masing dibatasi oleh dua garis isohet yang berdekatan, misalnya Isohet 1
dan 2 atau (I1 – I2). Oleh karena itu, dalam Gambar 2, curah hujan rata -rata
untuk daerah I1 – I2 adalah (7 cm + 6,5 cm)/2 = 6,75 cm.
Untuk menghitung luas darah ( I1 – I2) dalam suatu peta kita bisa
menggunakan Planimeter. Sercara sederhana bisa juga menggunakan kertas
milimeter block dengan cara menghitung kotak yang masu k dalam batas daerah
yang diukur.
Tabel 1.2. Perhitungan Curah Hujan rata -rata cara Isohet pada wilayah A
Daerah antara
dua Isohet
CH rata-rata antara
dua isohet (cm)
Prosentasi Luas
antara dua Isohet
*)
Volume CH (cm)
I1 – I2 6,75 x 40% = 2,700
I2 – I3 6,00 x 20% = 1,200
I3 – I4 5,00 x 25% = 1,250
I4 – I5 4,25 x 15% = 0,638
Curah Hujan rata-rata wilayah A = 5,788
*) terhadap luas wilayah A
A
I4 (4,5 cm)
I5 (4 cm)
I3 (5,5 cm)
I2(6,5
cm)
I1(7
cm)
Penuntun Praktikum Agrohidrologi (oleh Ir. M. Mahbub PS Ilmu Tanah Unlam) I -5
Metode isohet bergunan terutama berguna untuk mempelajari p engaruh
hujan terhadap perilaku aliran air sungai terutama untuk daerah dengan tipe curah
hujan orografik (daerah pegunungan).
TUGAS PRAKTIKUM :
1. Setiap mahasiswa mengerjakan pertanyaan -pertanyaan di bawah dengan
bantuan komputer dengan program aplikasi Microsoft Excel.
2. Hasil perhitungan di simpan (save) dengan nama file : nama_mahasiswa.xls
pada direktori : c:\Tugas_Hidrologi
Pertanyaan-pertanyaan :
1. Hitung curah hujan dengan metode Rata -rata aritmatik pada Tabel 1.3
Tabel 1.3. Data curah hujan bulanan Lokasi X (mm)
Loka Stasiun Penakar
si 1 2 3 4 5 6 7 8
CH ratarata
A 80 75 89 105 75 95 125 -
B 150 160 200 - 100 - 140 120
C 158 187 250 264 300 230 178 190
2. Hitung curah hujan rata-rata dengan Teknik poligon (Thiessen polygon) pada
Tabel 1.4
Tabel 1.4. Data CH tahunan suatu wilayah A
Daerah Luas Daerah aI (ha) CH (mm)
a1 25000 1500
a2 45000 2500
a3 15000 800
a4 75000 1250
Jumlah
Penuntun Praktikum Agrohidrologi (oleh Ir. M. Mahbub PS Ilmu Tanah Unlam) I -6
3. Hitung curah hujan dengan Teknik Isohet (Isohyetal) pada Tabel 1.5
Tabel 1.5. Data CH bulanan sua tu wilayah A
Daerah antara
dua Isohet
Luas antara dua
Isohet (km2)
CH isohet (mm) Volume CH
I1 – I2 1200 250
I2 – I3 2000 125
I3 – I4 500 200
I4 – I5 4500 175
I6 – I7 100 225
Curah Hujan rata-rata wilayah A =

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar